<
APRS dan eQSO
April 16, 2008

Kali ini, masih ada hubungannya sama radio amatir. Ketika zaman ngebrik telah berlalu, ketika kopi darat sudah beralih dari tradisi para pecinta radio amatir ke para hacker blogger, dan ketika televisi tak lagi terganggu brik-brikan. Apa kabar dirimu kini, wahai amateur radio? Memang sih, sekarang alat komunikasi ini, sudah jauh berkurang kepopulerannya. Ditambah lagi, handphone yang semakin murah, dan perang tarif operator yang menggila. Ditambah lagi, untuk mengerti peralatan radio amatir, diperlukan banyak belajar lagi. Sesuai tradisi, orang Indonesia malas belajar. Mumet.

Meski demikian, ada beberapa pengembangan radio amatir, yang cukup menarik. Yaitu APRS dan eQSO. Apa pula itu? Konspirasi besar untuk menguasai dunia dengan radio amatirkah? Nggak lah, prasangka sama praduga dikau itu keterlaluan! Wong, mereka cuma mengembangkan hobi, kok dituduh yang enggak-enggak. Sedih saya lihat Indonesia sekarang, dikit-dikit prasangka. Oke, APRS itu Automatic Packet Reporting System. Kalau eQSO itu semacam VoIP, tahu VoIP nggak? itu, yang buat telpon-telponan lewat internet. Biasanya makai Skype. Yap, semacam VoIP tapi buat radio amatir.

Oke, satu-satu njelasinnya. Yang pertama, APRS dulu. APRS ini dikembangkan oleh simbah Bob Bruninga di akhir 80-an. APRS ini merupakan sistem berbasis radio amatir yang biasa digunakan untuk komunikasi digital secara ‘real time’. Kalau ndak mudheng, APRS ini cikal bakal GPS. Apa? Mau dituduh konspirasi untuk mencari orang yang jadi sasaran untuk dimusnahkan karena menghalangi menguasai dunia? Nggak lah yaw…! Buanglah Prasangka kau itu! Kerjaan kok cuma menghujat aja! Kalau mau menghujat, sini saya ajari tekniknya! (more…)



«« Previous posts    Next posts »»