Sederhana saja, saya terinspirasi oleh cara berfikir para pelajar di perguruan tinggi sebuah negara yang harga BBM-nya baru saja naik. Dan barangkali ada negara lain yang mengerti bahasa Indonesia, barangkali cara ini bisa diterapkan kalau BBM naik di negara Anda
. Caranya sederhana, bahkan bisa diterapkan kapan pun di mana pun
- Seperti biasa, bakar ban adalah solusi utama. Lebih keren lagi kalau ditambahi aksi lempar-lemparan batu. Masyarakat sekitar merasa risih dan ketakutan? Ah, anggap saja mereka tidak berpihak pada rakyat. Mereka pasti akan diam kalau sudah bawa-bawa nama rakyat. Lebih hebat lagi kalau jalanan sampai macet total. [1]
- Lakukan sweeping terhadap mobil-mobil instansi pemerintah. Di negara yang membuat saya terinspirasi membuat tulisan ini, ini ditandai dengan plat nomornya yang diberi warna merah. Kalau mereka memang benar-benar ngurusin rakyat? Kalau mereka nyalurin pupuk dari dinas pertanian ke desa? kalau nanti pupuk langka gimana? Persetan! yang penting mereka antek-antek pemerintah yang tidak membela rakyat. [2]
- Buat negara baru bernama kampus. Presidennya bernama rektor. Dengan adanya negara baru ini, aparat negara lain tak bisa masuk ke negara Anda. Presiden negara yang bernama rektor bisa memprotes tindakan aparat dari negara lain. Di negara Anda ini, Anda bisa melempar batu, botol, atau bom molotov seenak udelnya melewati batas negara. Tentu saja di negara Anda hukum negara lain tak berlaku bukan? [3]
- Bakar saja poster presiden negara tetangga Anda itu. Meski sebenarnya Anda tak tahu apa yang harus dilakukan kalau Anda menjadi dia. Itu tidak penting, pokoknya Anda kan membela rakyat! [4]
- Sita tangki BBM. Meski nanti akhirnya BBM langka dan banyak rakyat kelaparan. Anggap saja mereka adalah orang yang kita bela. Bukankah orang yang teraniaya terkabul doanya? Jadi agar doa mereka supaya harga BBM turun dikabulkan, kita aniaya dulu mereka! [5]
Sekian, yang saya lihat tentang cara menurunkan harga BBM di negara yang membuat saya terinspirasi membuat tulisan ini. Semoga bisa diterapkan di negara Anda jika mengalami hal yang sama.
[1] Selengkapnya bisa dibaca di sini
[2] Masih di link yang sama dengan di atas
[3] Berita yang berkaitan bisa dibaca di sini, sana, sama sonoan dikit
[4] Baca juga ini
[5] Masih di artikel yang sama dengan atasnya
17 Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://ardianto.blogsome.com/2008/05/29/ingin-harga-bbm-turun/trackback/
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>
udahlah, ITB is the best. berpikiran jauh ke depan! contoh real : Rumah Belajar KM ITB, proyek pembangkit listrik skala nano, program2 berjibun gamais yang ga bisa gw sebutin.
kalaupun ada antek2 yang mau manas2in buat demo, ga mungkin bisalah! wong anak ITB itu hatinya lembut dan perasa.
ga kayak UKI, YAI, anak SMP yang beru aja tawuran di Jakarta, UI yang bentrok polisi, UNAS yang mengorbankan polisi, dll, dsb.
Comment by Zulfikar Hakim — May 29, 2008 @ 9:47 pm
jarang liat blog pake footnote..
*salah pokus..maafken..
*
Comment by farid — May 29, 2008 @ 10:07 pm
Lha…. kalau bikin negara baru di kampus, ya gimana nyimpen kilang minyaknya?? Wong…. minyaknya juga dari negara “tentangga” kok hehehe….
Comment by Yari NK — May 30, 2008 @ 5:49 am
Setuju sindirannya Mas… Saya juga heran kok kenapa mahasiswa ikut-ikutan memakai gaya “demo + ngrusak”. Kenapa nggak milih gaya “demo simpatik” dan “demo damai”. Semoga saja para mahasiswa saya di kampusnya sana tak ikut-ikutan “demo ngrusak” ini.
Saya malah khawatir, ini bisa-bisa masyarakat nantinya malah balik anti mahasiswa disebabkan karena seringnya mengganggu ketenteraman & ketertiban umum.
Comment by faiq — May 30, 2008 @ 5:54 am
Salam
Bagus tuh, saya sangat setuju dengan usulannya, begitulah contoh idealisme dari para mahasiswa dan tentunya akan sangat membantu rakyat lebih sengsara hahahaha …
Comment by nenyok — May 30, 2008 @ 6:43 am
stuju ama zulfikar hakim!! daripada susah2 ngebakar ban,, ngambruk-ngambrukin pager,, lempar-lempar batu,, mending kita ngerjain *yg udah disebutin zulfikar di atas*..
Yuk,, kita berpikir membangun daripada membangun pemikiran destruktif…
*Let’s thinking…. … … … waaah ga bisa bahasa inggris!!
yu ah!!
Comment by si uman — May 30, 2008 @ 6:44 am
Baca deh komentarnya Lie Charlie di Kontan no.35-XII tg.30 Mei-5 Juni 2008 hal.22….dengan judul ” Memberdayakan kaum termiskin”…disini Lie memberi ulasan yang sangat komprehensip tanpa menyalahkan pihak manapun. Jika semua orang bisa bersikap seperti dia, maka sebetulnya yang diperlukan adalah langkah nyata.
Mahasiswa tetap perlu belajar politik, tapi tidak ngawur…. sedih rasanya, melihat polisi dan mahasiswa bentrok, yang sebetulnya keduanya juga merupakan korban atas kenaikan harga ini. Dan jika ingin memahami mengapa BBM harus naik, dapat membaca tulisan Nofei Iman melalui blognya di http://nofieiman.com/2008/05/mengapa-bbm-harus-naik/
Comment by edratna — May 30, 2008 @ 11:29 am
Ada usul lain yang lebih top ga??
Segala cara itu udah di coba mahasiswa di negara saya.
Mogok makan pun udah.
Tapi BBM tetep aja naek. Gimana dong??
Comment by chiell — May 30, 2008 @ 2:13 pm
[Zulfikar Hakim]
Cie, banggain almamater ni ye…
Padahal biasanya ngeluh melulu, Tumben kow…
[farid]
Saya lagi keranjingan belajar mata kuliah “Tata Tulis Karya Ilmiah”
Padahal udah siap-siap dapet C
[Yari NK]
*
Di lab kimia-nya mungkin? Jadi minyaknya disintetis
Kan Tri Dharma Perguruan Tinggi ada Penelitiannya
*Nggak tahu deh, kalau salah
[faiq]
Iya, mereka sangat-sangat perlu belajar norma dan etika…
Gimana cara menaati aturan yang berlaku…
[nenyok]
Setuju? ayo kita laksanakan!
[si uman]
Ciee… Ikut-ikutan banggain almamater nih, kayak si Zul…
Yes, better make little action without voice than make loud voice without action!
[edratna]
Saya setuju, belajar politik mmang suatu keharusan…
Tapi kayaknya mereka perlu diajari yang namanya norma dan etika juga, ya Bu…
Nice link, saya akan baca..
[chiell]
Ada dong…
Bom aja gedung kepresidenan…
Terus ancem tuh BBM turun..
Comment by ardianto — May 30, 2008 @ 8:16 pm
Di negara ini sangat jarang demonstrasi dilakukan secara beradab. Padahal demonstrasi adalah salah satu wujud keberadaban dalam demokrasi. Mungkin yang demo sambil merusak itu lebih senang dengan negara otoriter daripada demokrasi ya ?
Ah, tidak semua mahasiswa itu intelektual.
Comment by fertob — May 30, 2008 @ 11:39 pm
Ardianto, saya pengin bisa bikin foot note, rasanya lebih enak, apalagi jika tulisan saya, sebagian didasarkan atau ada latar belakang pendapat orang lain. Cuma nggak tahu apakah di Wordpress bisa nggak ya. Biasanya saya cuma cantumkan di Sumber bacaan (Daftar Pustaka).
Comment by edratna — May 31, 2008 @ 9:27 am
[fertob]
Demonstran yang otoriter sekarang rasanya…
Mana ada demo di Indonesia yang tidak biadab sekarang?
[edratna]
Asal bisa masukin tag html bisa kok bu…
Mestinya di wordpress bisa, masa sora9n sering bikin kok
Comment by ardianto — June 2, 2008 @ 7:45 pm
Halah…
Wis ancen bensin larang…
Numpak sepeda wae..hehehe…
Comment by hendy — June 4, 2008 @ 7:49 pm
seharusnya pemerintah memberdayakan sarana transportasi umum
jangan cuma gaet investor buat jual toyotanya atau hondanya
Comment by Wahyu Reza Prahara — June 6, 2008 @ 10:17 am
[hendy]
Mlaku wae penak…
[Wahyu Reza Prahara]
Benar sekali bang, harusnya bikin trem, monorel, atau apalah yang bebas macet.
Sadarkan manusianya juga biar suka naik kendaraan umum
Kasih tarif yang lebih murah dibanding kendaraan pribadi…
Comment by ardianto — June 8, 2008 @ 11:03 am
Jadi ingat yang sempat masuk TV…
Menggambarkan freedom of speech yang berlebihan kah?
Btw, demo kan bisa bikin global warming
Comment by Xaliber von Reginhild — June 12, 2008 @ 7:18 pm
Xaliber von Reginhild
Freedom of Speech? Itu pasti hasil karya BARAT, antek-antek ZIONIS!
Kebebasan yang Kebablasan!
[/sarcasm]
Iya, bakar ban bisa memperparah global warming
Comment by ardianto — June 16, 2008 @ 9:08 am