Peringatan: Tidak boleh fast reading baca artikel ini, semua harus dibaca. Termasuk artikel yang menjadi inspirasi post ini. Karena si situs penyedia artikel sering down, salinan artikelnya bisa dibaca di sini. Pahami, renungkan baik-baik.
Pas lagi guling-guling googling mengenai peralatan hemat energi, saya menemukan sebuah artikel tentang sirkulator pompa air tenaga gravitasi. Artikel tersebut ada di situs Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Barat (LPMP Jabar). Kalau ingin langsung membaca artikelnya, silakan klik di sini. Penjelasan yang ada di ditu cukup meyakinkan, disertai sumber, serta disertai tutorial untuk membuatnya.
Melihat gambar seperti di atas yang saya rampok dari link yang tadi, jelas saja orang-orang bakal tertarik membuat tiruannya. Sederhana sekali dan mudah dibuat bukan? Mungkin saja pembuat artikel ini, Pak Ading Mulyadi sudah disuap oleh konspirasi perusahaan minyak semacam Pertamina, Exxon, dan Shell untuk membungkam mulutnya sehingga beliau tidak membuat pompa ini dengan skala besar untuk membantu para penduduk desa yang miskin mengangkat pompa ke atas untuk mengairi sawah?
Jelas ini adalah konspirasi, artikel beliau bisa merugikan perusahaan-perusahaan itu milyaran dolar amerika. Bayangkan, berapa solar yang bisa dihemat untuk mengalirkan air ke atas bila alat ini dikembangkan? Beliau mungkin akan bernasib sama dengan Pak Djoko yang menemukan Blue Energy itu, beliau telah dibungkam oleh perusahaan-perusahaan itu agar tak bisa mengungkapkan penemuannya dan memalukan presiden RI.
Ditambah lagi argumen dengan sains, tepatnya dengan fisika, yang buatan antek-antek Barat perusahaan minyak pembuat menderita rakyat dunia itu dibuat sedemikian rupa sehingga bisa meyakinkan bahwa alat itu tak akan bisa bekerja. Fisika itu pasti pekerjaan antek barat yang bakal menghancurkan Indonesia. Saya bisa berkesimpulan begitu karena bila saya hitung dengan ilmu keparat ini, saya mendapatkan perhitungan seperti ini:
Lihatlah, menurut ilmu keparat Fisika milik barat itu, air adalah fluida dan tunduk pada prinsip mekanika fluida. Hanya tekanan hidrostatis dan tekanan atmosfer yang berpengaruh pada gerakan fluida. Fluida akan mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Sehingga syarat air mengalir:
tekanan dari A ke B > tekanan dari B ke C
PAB > PBC
Patm - PA > Patm - PC
-PA > -PC
PC > PA
ρghAC > ρghAB
hAC > hAB
Lihat itu? syarat agar air bisa mengalir menurut fisika antek barat itu adalah ketinggian antara A-C harus lebih besar dari ketinggian A-B. Sedangkan pada gambar, kelihatan jelas A-C lebih rendah dari A-B. Jadi pompa itu tidak bisa buat menaikkan air ke atas, cuma bisa menurunkan air dari ketinggian ke bawah. Jelas-jelas fisika adalah rekayasa perusahaan-perusahaan minyak perampok itu yang membuat negara kita menaikkan harga BBM. Mereka tidak mau bangkrut karena penemuan kita.
Hal yang sama sangat mungkin terjadi pada Pak Djoko penemu blue energy itu. Fisika membantahnya dengan hukum kekekalan energi dan hukum pertama termodinamika sehingga seolah-olah mengatakan blue energy tidak bisa bekerja. Fisika jelas-jelas hasil konspirasi barat! Sehingga lembaga terpercaya sebesar Lembaga Pengembangan Mutu Pendidikan Jawa Barat bisa dibungkam oleh Fisika. Jelas, ini adalah konspirasi untuk menghancurkan Indonesia! Lawan!
*Kok yang disalahin Fisika?
*
42 Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://ardianto.blogsome.com/2008/06/26/sirkulator-pompa-air-tenaga-gravitasi/trackback/
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>
wah… alurnya gitu ya bro… msih bingung ngeliatnya…. hiks…hiks..,
Comment by masenchipz — June 26, 2008 @ 3:49 pm
[masenchipz]
Bingung di mananya?
Coba baca link ke LPMP jabar itu dulu, trus telaah di sini.
Comment by ardianto — June 26, 2008 @ 3:56 pm
Iya yah kenapa kok dibungkam yah?
Segala penemuan yang berlawanan dengan arus hidup orang banyak biasanya dianggap gila. Contohnya Alex Graham Bell waktu pertamakali mendemonstrasikan telepon, orang-orang bilang itu suara hantu. *Saya baca di Gatra yg judulnya “Abrakada..blue”, entah edisi keberapa itu*
Comment by Ryan — June 26, 2008 @ 4:42 pm
wah, konspirasi utk menjegal pengembangan dunia keilmuan masih saja terjadi, ya, mas. itulah repotnya kalau dunia sudah menjadi bagian dari industri. semuanya ingin cari untung demi kepentingan diri sendiri dan kroni2nya, hiks.
Comment by sawali tuhusetya — June 26, 2008 @ 6:49 pm
*baca-baca komen*
Mas, kayaknya banyak yang gak nangkep satirnya, deh.
Mungkin perlu dikasih label biar lebih jelas… ^^;
Comment by sora9n — June 26, 2008 @ 6:59 pm
[ryan]
Karena emang penemunya gila, mau nentang hukum fisika, anak muda…
Dibaca dulu, dong…
[sawali tuhusetya]
Ah, lagi-lagi salah paham…
Read carefully, sir…
[sora9n]
Hoh, iyah…
Banyak yang fast reading dan tidak memperhatikan kategorinya.
Untungnya mas sora9n bukan salah satunya ya…
Comment by ardianto — June 26, 2008 @ 9:22 pm
Sebenarnya sih udah mau baca artikel LPMPnya, tapi berhubung Internet Explorer cannot display the webpage ya sori yah.
Comment by Ryan — June 26, 2008 @ 9:33 pm
[Ryan]
Itu website sedang slompret dari kemarin…
Eh, eh… Masak masih pakai penjelajah
busuk? Entah kenapa saya sekarang fanatik sama si rubah…Comment by ardianto — June 26, 2008 @ 9:45 pm
Kalau hal tersebut di atas benar terjadi, termasuk dalam kasus blue energy, maka itu semua merupakan pelajaran bagi kita semua.
Kita, bangsa Indonesia, sangat meremehkan dunia sains dan hanya terpusat pada dunia bisnis saja. Ini menjadi tidak sehat bagi dunia sains Indonesia, karena penelitian2 menjadi susah didanai di dalam negeri. Akibatnya para penelitian potensial di negeri ini beralih ke fihak2 asing yang akhirnya tentu akan “didikte” oleh fihak asing tersebut. Sebuah kebodohan kita juga….
Namun bukan itu saja yang membuat saya sedih, saya juga banyak melihat lulusan2 ITB banyak yang akhirnya menjadi usahawan atau manajer fungsional sebuah perusahaan. Terlepas dari semua itu adalah hak masing2 individu, namun andaikan mereka mau jadi usahawan atau manajer tidak perlu masuk ITB. Ini juga salah satu faktor kalau sains dan teknologi tidak bisa berkembang di Indonesia karena potensi2 bangsa yang kreatif terkikis karena pekerjaan2 mereka tidak mendukung kreativitas mereka….
Comment by Yari NK — June 27, 2008 @ 6:26 am
[Yari NK]
Tentu saja hal semacam konspirasi itu tidak benar, Pak. Itu hanya dugaan oleh para pendukung buta yang tak mengerti akan sains. Saya kan menyindir mereka yang seperti itu, tak cuma di Indonesia banyak kok komentar di Youtube pada video-video tentang perpetual motion dan penemuan semacam blue energy yang selalu menduga ke arah sana.
Satu aja sih yang saya tekankan di tulisan ini: pompa air seperti di atas tak akan bekerja karena bertentangan dengan mekanika fluida.
Sedangkan Blue Energy juga tak mungkin, karena bertentangan dengan hukum kekekalan energi dan hukum pertama termodinamika
Comment by ardianto — June 27, 2008 @ 6:53 am
Internet Explorer mendukung VBscript, si rubah nggak bisa. Jadi saya yang cupu ga bisa javascript bisa bikin kuis kan hehe. Kalo comment ini out of topic ya dihapus aja.
Comment by Ryan — June 27, 2008 @ 10:05 am
[Ryan]
Heh, hari gini masi pake VBScript? … ^^
Comment by ardianto — June 27, 2008 @ 11:16 am
Hmmm…. maksud saya… walaupun hal tersebut tidak benar… pemerintah harus tetap mendukung penelitian yang dilakukan oleh anak bangsa… jangan sampai anak2 bangsa yang berpotensi berpaling kepada “investor2″ asing guna mewujudkan impiannya. Bagaimanapun juga, sains adalah tulang punggung ekonomi yang maju.
Udah lihat “blue energy” yang sebenarnya dari Jepang?? Kalau belum… mungkin dapat dilihat di sini.
Comment by Yari NK — June 27, 2008 @ 11:59 am
LPMP…jadi ingat selama 10 hari mengajar ODP Bank Papua di LPMP Jayapura…..
Sebelumnya saya tak terlalu mengenal tentang LPMP ini….
Tulisanmu ini menyindir, membikin bingung juga….bagaimana cara menariknya ke atas (btw saya sendiri ga tahu tuh cara kerja pompa air, yang bukan listrik…kan ada ditarik dulu ke atas, baru disalurkan ke bawah…..).
Comment by edratna — June 28, 2008 @ 11:45 am
sori, bukannya latah, mo ikut saran n ngasih pendapat aja, Teori ini sebenernya udah gw pikirin sejak gw kelas 2 smp, kira-kira taon 1996, n ide ini bukannya gw pendem, tapi udah gw coba sampe gw kerja sekarang, cuma yang gw bikin dan menurut pemikiran gw, panjang pipa C harus lebih panjang ( Miimal 2 X ) dari pipa C, trus diameter harus sama, sebab daya hisap/ gravitasi harus lebih guedhe dari yang diangkat ( gw mikir dari prinsip tekanannya buyut gw, ngkong Archimedes , TETAPI…………………………………..setelah berkali-kali uji coba semuanya GATOT, alias GAGAL TOTAL………………………. mudah-mudahan apa yang gw tulis ini bermanfaat bwt yang lain, yang lagi ngembangin ni proyek, walau bukan gw yang berhasil, tetapi yang lain bisa mewujudkan ide ini, COBA PIKIRKAN…………………… KALO INI BERHASIL BUKAN HANYA BERMANFAAT BUAT IRIGASI…………… TETAPI BISA DIAPLIKASIKAN BUAT PENDORONG TURBIN PLTA, KALO DIBUAT SUPER BESAR, JIKA DIBANDING MEMAKAI TENAGA FOSIL YANG HAMPIR HABIS, DAN POLUSI YANG SUDAH PARAH, JUGA SANGAT-SANGAT-SANGAT MEMPENGARUHI HARGA JUAL LISTRIK……………………………………
Comment by assyagaf — June 28, 2008 @ 3:58 pm
Mas Ardiyanto, untuk skala kecil konsep itu memang bisa bekerja tapi kalo mau di jadikan skala besar memang sulit perlu energi besar untuk menaikan air ke atas.
Saya sendiri juga sudah coba, bahkan sudah diskusi ama pakar fluida dari bppt.
Namun masih ada satu lagi konsep yg akan saya lakukan. setidak nya konsep baru itu sudah mendekati teori tekanan hidrostatis, namun belum saya lakukan uji cobanya maklum dana cekaK.
Mungkin Mas Assygaf bisa bantu saya…?
Hubungi saya di zoendee73@yahoo.com
Semoga kita bisa saling bantu.
Comment by juned — June 29, 2008 @ 4:09 am
cuma mau mengomentari ttg joko”penipu”blu energi.
bodoh sekali dirimu nak. percaya dengan seorang penipu
Comment by sidomulyo — July 1, 2008 @ 1:00 am
Kalo air dengan udara, tekanannya lebih besar mana ya? Apakah udara dari selang A yang akan masuk, atau air dari aquarium? Selang A, ketemu udara sedangkan selang satunya lagi ketemu air aquarium. Kalau ujung selang A, lebih rendah dari tinggi air aquarium, kayaknya sih mungkin. Tapi kalo ujung selang A lebih tinggi dari air aquarium, belum pernah lihat yang kayak gitu tuh. Apakah pengaruh dari tekanan air dalam botol? Itu udah dihitung belum mas?
Satire?
Comment by Iwan Awaludin — July 1, 2008 @ 2:53 pm
[Yari NK]
Saya masih tak percaya kalau air dijadikan untuk sumber energi, masih menentang hukum termodinamika dan hukum kekekalan energi…
Kalau tentang sains di Indonesia, Ah, mau bagaimana lagi?
[edratna]
Pompa air seperti di atas tidak akan bisa bekerja. Kecuali kalau ada energi yang menarik air ke atas.
Iya, sayangnya dibuat menyindir…
[assyagaf]
Saya tak percaya kalau bisa bekerja, kalau bapak bisa bikin skala kecil, kenapa nggak bikin yang banyak, terus taruh di tong besar dulu airnya di atas.
Tapi takkan bisa, karena bertentangan dengan mekanika fluida.
[sidomulyo]
Bodoh sekali juga buat yang tidak mengerti majas satire…
[Iwan Awaludin]
Air yang akan masuk ke Aquarium, jelas. Bukankah sudah saya hitung di atas?
Maksudnya?
Kalau menanyakan apakah ini Satire? Jawabnya Iya.
Kalau menanyakan apa itu Satire? Silakan cari di om google atau tante wiki..
Comment by ardianto — July 2, 2008 @ 6:51 pm
speechless deh kalau bicara soal pemerintahan kita
Comment by Elys Welt — July 4, 2008 @ 2:13 am
memungkinkan ga yah kalo selangnya sebesar pipa PVC ukuran 1/2 icnh?
Comment by Zulfikar — July 17, 2008 @ 1:18 pm
[Elys Welt]
Sama…
[Zulfikar]
Nggak bisa. Apa pun ukuran pipanya…
Melawan hukum-hukum mekanika fluida soalnya…
Comment by ardianto — July 17, 2008 @ 2:44 pm
Ass.Wr.Wb.
Penemuan ini mendukung penemuanku.
salam
Karno Giyantono
Karnogiyantono2007@yahoo.com
08888147390
68626127
Comment by Karno Giyantono — August 16, 2008 @ 11:28 pm
Hahaha…
keknya bener deh, banyak yang gak nangkep sama maksudmu tuh wan. Hwawawa…
:))
Comment by agi — August 26, 2008 @ 7:37 pm
Itu bisa berjalan jika selang air keluar lebih panjang dan dibawah selang air masuk
Comment by arso — October 5, 2008 @ 8:16 am
emangnya saudara sudah pernah coba rancangan itu, kalau sudah, saya mau liat photo-photonya, soalnya saya adalah pemburu “POMPA AIR TENAGA GRAVITA” , dan sampai sekarang tak ada rancangan yang benar semuanya omong kosong, termasuk yang satu ini.
Comment by Bukan Koruptor — October 26, 2008 @ 9:44 pm
Anda sudah baca?
Yang omong kosong itu siapa?
Anda kan?
Orang nggak paham kok udah berani ngomong…
Comment by Ardianto — October 27, 2008 @ 5:06 pm
ya elu.. yang bodoh kang, teori diatas itu adalah salah satu kebohongan publik yang menyesatkan, kasihankan orang yang bener-bener ingin coba teori
itu, pada kenyataannya tidak akan berhasil,aku harap elu.. tdk terlalu membenarkan rancangan itu.
Comment by Bukan Koruptor — November 2, 2008 @ 10:31 am
Ternyata Anda memang belum baca…
Lihat penjelasan ala fisika di atas?
Sadar kalo tulisan saya ini menyindir LPMP jabar yang seenaknya masang rancangan goblok ini?
Nih saya kutip dari artikel di atas:
Lihat itu? syarat agar air bisa mengalir menurut fisika antek barat itu adalah ketinggian antara A-C harus lebih besar dari ketinggian A-B. Sedangkan pada gambar, kelihatan jelas A-C lebih rendah dari A-B. Jadi pompa itu tidak bisa buat menaikkan air ke atas, cuma bisa menurunkan air dari ketinggian ke bawah
Jadi yang goblok itu siapa ya?
Comment by Ardianto — November 7, 2008 @ 9:19 am
Kadang orang bingung dengan artikel yang ditulis dengan gaya bahasa seperti ini, & terburu2 untuk berkomentar.
Waktu saya SD saya pernah mencobanya karena lihat tayangan TVRI. Saya mencoba pake botol aqua plastik, pipa menggunakan selongsong kabel koaksial antena TV. Hasilnya air dari A tidak bisa mengalir ke tabung, dan bukannya air yang keluar melalui C, tetapi gelembung udara yang masuk ke dalam tabung.
Comment by oka — November 10, 2008 @ 12:07 pm
Sebetulnya saya juga termasuk orang yang tertarik dengan riset ini jauh sebelum saya membaca artikel ini di internet, sementara ini sy juga melakukan exprimen kecil-kecilan, namun memang belum berhasil, tapi saya tetap berusaha menemukan cara untuk memanipulasi sifat alami dari air yang bergerak dari tempat tinggi ke tempat rendah. saran saya kerekan-rekan yang juga tertarik akan riset ini untuk terus berfikir, tanpa mengurangi hormat kerekan-rekan yang kontra akan hal ini, silahkan meyakini apa yang anda pikirkan tentang teori yg anda kuasai, tetapi jangan melemahkan semangat teman-teman yang terus berupaya untuk terus mencari sesuatu yang baru, bisa saja teori anda yang kontra akan hal ini benar, namun bisa saja dari usaha ini mereka yang getol melakukan riset menemukan hal lain yang belum kita temukan yang akan bermamfaat untuk orang banyak. Tks
Comment by muhammad rusdi — November 26, 2008 @ 11:17 am
SAYA DAH COBA TERNYATA TIDAK BISA, KECUALI ADA PENGHALANG SEPERTI KATUP ANTARA KEDUANYA
OPTIMIS
ZAINALIABIDIN@YAHOO.CO.ID
Comment by ALI — December 19, 2008 @ 9:42 pm
Gw setuju dengan ucapan ali..
seharusnya ada katup 1 way di selang C
selain itu mengutip dari “ketinggian antara A-C harus lebih besar dari ketinggian A-B.” mungkin bisa tercapai klo gambarnya kaya Mas Paijo
buka aja
http://paijo1965.files.wordpress.com/2007/02/pompa-gravitasi.PNG?w=480&h=420
Comment by shauma — January 15, 2009 @ 1:35 pm
JANGAN CUMA BIKIN DALAM BENTUK TEORI, KALO BISA BIKINKAN VIDEO YANG MEMBUKTIKAN BAHWA BARANG TU BISA BEKERJA
Comment by Uwo Moe — January 17, 2009 @ 11:01 am
pasti bisa jika ada jin di botol nya
Comment by ha...haa... — January 17, 2009 @ 11:03 am
Jelas aja tulisan loe banyak di bantah..
Judulnya aja gak jelas. (berbelat-belit)
Kasih judul aja “Teori Goblok Pompa Gravitasi”, jadi gak ada lagi yang komentar gak nyambung..
Comment by shauma — January 18, 2009 @ 6:23 am
Dunia tidak tercipta oleh para orator.
A benar A jika terbukti A adalah A.
Buktinya mana?
Comment by doa — February 5, 2009 @ 9:05 am
Kalau memang optimis berhasil kenapa tidak kita kembangkan ya? biarkan saja saat ini bertentangan dengan hukum fisika, sebab dalam sainst tak pernah ada kebenaran yang muthlak. jadi yang selama ini benar jika ditemukan bukti baru yang menentang bisa menjadi salah. Jadi kita tak perlu menyalahkan fisika dan barat, tapi mari kita buktikan kebenaran teory tersebut.
Comment by Marsudi — March 11, 2009 @ 11:59 am
bos mengenai rumusnya, ae kok masih bingung, bisa gak rumusnya diperjelas lagi, makasih……
Comment by imam — April 4, 2009 @ 4:55 pm
weleh-weleh kok pada ribut begini to…..?
la wong saya mau coba, jadi wurung. yang bener tu yang mana to?
Comment by agus susanto — May 17, 2009 @ 8:56 pm
itu link buat baca artikel aslinya kok ga da isinys? wah jad kuatir ni……?
Comment by joko tole — May 17, 2009 @ 8:58 pm
Disain itu sudah lama, jauh sebelum anda lahir dan kenal internet, sudah di coba banyak lab di dalam negeri dan luar tapi tidak ada yg berhasil… anda sebelum berpendapat coba dulu usaha.. jangan sok…
Comment by Profesor Fisika — August 9, 2009 @ 12:05 pm