Kiriman dari Belanda itu akhirnya datang juga. Di malam minggu pertama saya di Bandung setelah hibernasi liburan tiga minggu di Kudus, Ibu Ana menyerahkan kiriman yang dibungkus plastik bertuliskan "Pos Udara" itu kepada saya. Konon, menurut ibu kos saya yang baik ini, kiriman datang ketika saya berlibur. Namun, saya harus mengganti uang tujuh ribu rupiah untuk Bea ganti bungkus, bea lalu bea, dan satunya lagi bea apa, saya lupa. Yang jelas totalnya tujuh ribu rupiah. Pak Pos yang mengirim tentu sudah menerimanya dari Ibu Ana, maka saya mengganti uang Ibu Ana itu. Toh, jarang-jarang saya dapet kiriman dari luar negeri.
Paket itu berisi satu buah CD Ubuntu 8.04 Hardy Heron Desktop Edition, dan 4 buah stiker bertuliskan "ubuntu linux for human beings". Entah kenapa sampai sekarang saya masih belum bisa menginstallnya ke laptop Axioo ‘’kecoa" saya. Setiap kali boot ke LiveCD, selalu berakhir dengan layar menjadi gelap. Ah, sudahlah nanti saya cari solusinya. Pengguna Ubuntu kan banyak komunitasnya.
Lalu apa hubungannya dengan patriotisme dan Indonesia? Ah, tentu saja saya sebagai mahasiswa yang katanya harus membela negara dan rakyatnya dengan cara brutal dan busuk ini ingin berbuat sesuatu terhadap rakyat dan negara Indonesia. Nah, begini, katanya rakyat Indonesia itu pembajak peringkat 12 dunia dengan 84% software di Indonesia adalah bajakan di tahun 2007. Entah tahun 2008, saya belum dapat datanya meski telah guling-guling googling. Membanggakan sekali bukan? Nah, saya ingin kebanggaan itu berkurang. Dengan ubuntu linux salah satu solusinya. Bayangkan, dengan tujuh ribu rupiah saja sudah dapat software legal, lengkap bersama paket office, multimedia player, beberapa games, pengolah gambar, dan driver-drivernya.
Bayangkan kalau si 83% saja pengguna software bajakan ini beralih ke Ubuntu, maka kita bisa mengalahkan negara-negara macam Amerika Serikat atau Luxemburg dengan 1% bajakan. Biarkan yang satu persen itu saya untuk menikmati mp3 dan DVD-DVD film bajakan . Selain itu saya juga ingin mengurangi penghuni neraka yang berasal dari Indonesia. Sebab, konon katanya, MUI telah mengeluarkan fatwa bahwa karya bajakan itu haram! Entah kalau di Agama lain deh. Tapi saya yakin kalau membajak adalah mencuri, siapa yang membolehkan mencuri? Bayangkan nanti di surga kita bisa ketemu banyak orang Indonesia karena dosa mereka telah banyak berkurang. Kita bisa menikmati bidadari surga bersama teman-teman kita, tentu lebih asyik dibanding menikmatinya sendirian bukan?
Belum lagi filosofi yang diusung Ubuntu ini. Lihatlah, tiga orang berbeda ras dan suku, atau bahkan mungkin agama, bisa bergandengan tangan dengan damai. Ubuntu yang karya antek-antek barat saja bisa mengamalkan sila ketiga Pancasila. Indonesia? Bah! sedikit saja menyinggung SARA, pasti ada yang beraksi, FPI dan AKKBB gebuk-gebukan, kerusuhan berbau suku di Sampit, kerusuhan berbau agama di Maluku atau antek-antek Noordin M. Top yang ngebom di mana-mana.
Ditambah lagi, dengan Ubuntu, Indonesia tak perlu bergantung pada kapitalis. Saya juga nggak mau kok menambah kantong Bill Gates. Saya lebih simpati dengan para pengembang yang rela membuat Ubuntu ini dengan niat berbagi dibanding mempertebal kantong sendiri. Bahkan rela mengeluarkan 0,88 euro untuk mengirimkannya ke saya. Belum lagi euro-euro untuk orang-orang yang lain di seluruh dunia.
Wahai rakyat Indonesia, marilah kita kurangi pembajakan ini. Anda bisa memesan Ubuntu di https://shipit.ubuntu.com, daftar, masukkan alamat, dan tunggu tiga-empat minggu. Atau buat Anda yang kaya bandwidth, bisa mengunduhnya di http://kambing.ui.edu, di sana juga banyak terdapat distro lain
. Buatlah Indonesia menjadi negeri kebanggaan dunia dengan negara tanpa software bajakan. Sekaligus Anda juga bisa terhindar dari siksa api neraka yang pedih di akhirat sana karena memakan barang haram. Pelajari juga filosofi ubuntu yang menarik.
Cuma sekedar pemikiran sok patriotis untuk bangsa, menyambut hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-63. Kalau berminat, Anda juga bisa ikut lomba tujubelasan berhadiah ini kok. Silakan ikut kontes blogging HUT RI ke-63 yang diadakan Mas Iwan.
PS: kalau saya belum berhasil install ubuntu, jangan bilang saya munafk pakai Windows bajakan, Windows dan Office saya legal hasil lisensi dari kampus.
50 Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://ardianto.blogsome.com/2008/07/13/ubuntu-indonesia-dan-patriotisme/trackback/
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>
Jarang2 ada yg menyinggung Pancasila..
memang persatuan bukan berarti menyeragamkan semuanya semau gue.. Persatuan muncul dari kesadaran bahwa kita terdiri dari kemajemukan masyarakat dan budaya yang membentuk suatu negara dengan budaya Indonesia.
Saya dukung gerakan me-linux-kan masyarakat
Comment by gunawanwe — July 13, 2008 @ 2:23 pm
Wahh anak saya baru mau mengajarkan linux…tapi waktunya nggak match terus…
Comment by edratna — July 13, 2008 @ 2:36 pm
[gunawanwe]
Benar, tapi yang saya lihat sekarang ini…
*Speechless*
Mari kita linux-kan masyarakat!
[edratna]
Ah, nggak pa pa Bu…
Setidaknya kemauan belajar itu sudah ada
Tinggal menyesuaikan waktunya saja…
Comment by ardianto — July 13, 2008 @ 2:51 pm
sipdah. viva open source, viva linux!
Comment by Zulfikar Hakim — July 13, 2008 @ 2:52 pm
[Zulfikar Hakim]
Jangan viva-viva dulu, bantuin gw install ubuntunya gih… (u_u)
Comment by ardianto — July 13, 2008 @ 2:59 pm
ehm… kiriman ubuntu ya… gw jga lg nungguin kiriman iphone 3G… mudah2an aja cepet nyampe…hiks..hiks…
Comment by masenchipz — July 13, 2008 @ 3:05 pm
[masenchipz]
iphone 3G, dapet darimana?
Gratisan? kalau iya darimana mas?
Kalau beli online gak jadi ngiler deh…. (u_u)
Comment by ardianto — July 13, 2008 @ 3:32 pm
Mas, kalau koneksi internet dengan linux mint caranya gimana ya hiks *malah konsultasi*
Comment by laporan — July 13, 2008 @ 4:58 pm
laptop saya pun pake linux. lawong storage cuma 4G. hidup linix lah…
Comment by kishandono — July 13, 2008 @ 5:40 pm
saya pernah dapat kiriman CD ubuntu versi gutsy gibbon dari londo juga beberapa bulan silam. memang nyaman bis aterbebas dari cengkeraman kaum kapitalis di bidang IT. saya sudah menginstallnya, tapi saya masih harus menunggu beberapa criver yang belum kompatibel dg linux. mudah2an segera bisa saya dapatkan sehingga saya bisa secepatnya mengucapkan: “selamat tinggal windows”, hehehe …..
Comment by sawali tuhusetya — July 13, 2008 @ 6:54 pm
hawong saya belum punya laptop sendiri ,masih nebeng di kantor jadi ya belum bisa Install ububntu nyek.
salam kenal ….putra Boyolali
Comment by doelsoehono — July 13, 2008 @ 7:39 pm
[laporan]
Lha, ndak tahu…
Wong saya masih cari cara buat nginstall Ubuntu di Axioo saya.
Mohon maaf, mungkin google bisa membantu mas
[kishandono]
ASUS EEE PC? Xandros linux yah? Emang susah kalo dipaksain pake Windows yang itu…
[sawali tuhusetya]
Masalah driver, belum bisa komentar Pak…
Saya belum berhasil nginstall ubuntunya…
[doelsoehono]
Pesen dulu aja Mas…
Siapa tahu mas nanti dapat rezeki…
Atau melinuxkan kantor juga ide bagus
Comment by ardianto — July 13, 2008 @ 7:43 pm
Hmmmm… pakai barang bajakan haram ya??? Wah…. kalau begitu mulai sekarang kita nggak boleh fotokopi buku dong biar sebagian juga!
Tapi… yah nggak apa2 deh, dulu saya pernah chatting sama orang India. Mereka juga masih senang memakai software2 bajakan (walau India sendiri produsen software kelas wahid), mereka mengatakan ingin sekali meng-crack software2 buatan AS yang memakai mekanisme “canggih” antipembajakan. Bilangnya, biarkan mereka (produsen2 AS) membuat mekanisme antipembajakan di software2 mereka, kita akan selalu sukses meng-cracknya!! Tentu saja dia mengatakan tersebut terlepas dari konteks dosa apa nggak!
Comment by Yari NK — July 13, 2008 @ 8:39 pm
[Yari NK]
Fatwanya MUI sih begitu, Pak. Kalau buku sih, saya masih bisa pinjem perpustakaan. Fotokopi kalau sebagian sih nggak apa-apa. Kan ada kaidah fair use dalam hak cipta.
Mengenai cracking software, harus diakui memang tantangan yang menarik. Tapi setidaknya kita bisa menguranginya bukan?
Comment by ardianto — July 13, 2008 @ 9:24 pm
Saya ngaku…
Saya masih pake bajakan…tapi saya nggak ngajak2 loh…
Rencana mo tobat tengah bulan ini…mo pake OpenSUSE aja…
Hehehehe…
Comment by Rystiono — July 14, 2008 @ 12:16 am
Memang “fair-use” ini “dapat dibenarkan” dari beberapa sisi, walaupun terdapat banyak ketidakkonsistenan dan juga batasan2 yang jelas dari “fair-use” ini, seperti contoh, kita bisa saja mengcopy Windows tanpa harus komplit menginstall-nya (misal tanpa, special character, tanpa explorer, dan lain-lain) dengan tujuan tidak untuk komersial namun untuk digunakan sendiri apalagi dengan alasan untuk pendidikan. Walaupun dalam ’substantiality’ disebutkan sebagai salah satu faktor pertimbangan fair-use namun, juga tidak disebutkan dengan jelas. Juga, apakah keseluruhan faktor2 dalam fair-use tersebut harus berlaku?? Atau adakah salah satu faktor lebih kuat dari yang lainnya??
Jadi memang masih banyak ketidakkonsistenan dalam istilah fair-use tersebut…. Dan kalau saya pribadi, fatwa MUI yang berasal dari hukum manusia (entah kalau anda) biasanya tidak saya pusingkan…. yang jelas, paling sedikit, saya menghindari sebisa mungkin penggunaan software bajakan ini untuk kepentingan komersial.
Comment by Yari NK — July 14, 2008 @ 12:12 pm
salah tulis, tertulis:
“…juga batasan2 yang jelas dari “fair-use” ini”
seharusnya….
“…juga batasan2 yang masih tidak jelas dari “fair-use” ini
Comment by Yari NK — July 14, 2008 @ 12:14 pm
saya juga dah dapet kiriman ubuntu,, emank keren deh…
Hidup Open Source
Comment by emfajar — July 14, 2008 @ 3:38 pm
Anda ini ga nasionalis amat ya?
Belum lagi filosofi yang diusung Ubuntu ini. Lihatlah, tiga orang berbeda ras dan suku, atau bahkan mungkin agama, bisa bergandengan tangan dengan damai. Ubuntu yang karya antek-antek barat saja bisa mengamalkan sila ketiga Pancasila. Indonesia? Bah! sedikit saja menyinggung SARA, pasti ada yang beraksi, FPI dan AKKBB gebuk-gebukan, kerusuhan berbau suku di Sampit, kerusuhan berbau agama di Maluku atau antek-antek Noordin M. Top yang ngebom di mana-mana.
Menyedihkan. Kejadian lama diungkit2, mana terbawa konspirasi Amerika lagi. Bah!
Comment by master cherundolo — July 14, 2008 @ 4:01 pm
Kalow Windows Vista original dijual Rp 100rb per DVD, semuanya juga mau pake original mas…
Comment by Ryan — July 14, 2008 @ 4:52 pm
[Rystiono]
Saya juga mau coba ah si OpenSUSE…
*frustasi Ubuntu nggak berhasil-berhasil di-install*
[Yari NK]
memang kaidah fair use ini kontroversial karena tidak ada batasan pasti yang berlaku. Tapi toh masih bisa dijadikan pembenaran, he he he…
Kalau masalah fatwa dan lain-lain sih, saya nggak tahu lebih jauh, bergantung keyakinan bapak saja
[emfajar]
Hedop!! Viva Open Source…
[master cherundolo]
Entah ya, saya merasa ada serangan ad hominem kepada saya..
Kalau mau berdebat tentang konspirasi, mungkin Anda bisa ke blog sebelah.
Dan sebelum ada bukti tentang konspirasi, saya belum percaya. Dan selama para konspirasis masih menghindar dari kewajiban mencari bukti dengan menuduh media tempat kroscek adalah hasil konspirasi juga, Saya tak mau percaya
[Ryan]
Anda bisa kok dapat vista
bajakanmurah, di depan SalmanIya sih, harga yang dibikin para kapitalis mahal banget, euy…
Comment by ardianto — July 14, 2008 @ 7:37 pm
iwan.. iwan. Orang bilang masalah nasionalisme, kamu malah nyambung ke konspirasi.
Kayaknya justru kamu malah yang senang konspirasi.
Oh ya, mengenai konspirasi, kenapa kamu pikir banyak orang yang suka berpikir konspiratif? Karena dunia saat ini dikuasai oleh orang2 yang jelas2 kerap berkonspirasi sejak awal abad lalu dan itu terbukti!!
Banyak bentuk ketidakadilan yang terjadi di dunia ini hanya bisa dijelaskan dengan konspirasi.
Lagian, kalau kamu sering berhubungan dengan pers, kamu bakalan percaya kok kalo media itu sering berkonspirasi. Kalo kamu tiak berpikir secara konspirasi, kamu bakal menemukan banyak keanehan di media. Tetapi, kalo kamu berpikir konspiratif, semua hal di media itu tidak kontradiktif dan dapat dijelaskan!
~Jadi bahas konspirasi deh
Comment by master cherundolo — July 15, 2008 @ 11:57 am
oh ya, emangnya ad hominem tu apa sih? Di era internet ini banyak orang yang suka pake istilah2, tapi dianya sendiri ga tau2 amat makna sebenarnya istilah itu.
~Saya cuma mau tau aja kok. Jangan emosi ya.
Masalahnya, kalo kita menjelek2an bangsa dan negara kita, apa mungkin bangsa dan negara kita menjadi maju?
Kalo bukan kita sendiri yang bangga dengan bangsa dan negara kita, siapa lagi?
Comment by master cherundolo — July 15, 2008 @ 12:01 pm
Wan, iki bloge konco SDmu http://mabokchiki.blogspot.com/
Comment by Widi — July 15, 2008 @ 1:52 pm
…ehem…ehem…..
……….
Comment by hendy — July 15, 2008 @ 6:38 pm
[master cherundolo (1)]
Kan saya udah bilang kalau bahas konspirasi di blog sebelah aja…
Lagian kamu bawa-bawa konspirasi sih. Kebawa deh…
[master cherundolo (2)]
Itu link ke wikipedia udah dibaca belum?
Sederhananya ad hominem itu menerapkan “Shoot the messenger, not the message”. Sedangkan kaidah berlogika yang baik adalah “Shoot the message, not the messenger”
Kamu kan bilang:
Saya kok merasa diserang ya? Biar nggak ad hominem, gini lah:
Pendapat saya sama saya kan benda yang berbeda
Mengkritisi dan menjelekkan itu memang bedanya tipis ya? Sebuah bangsa yang dewasa harusnya bisa menerima kritik untuk diperbaiki ke depannya…
*
Kalau kita pandang yang bagus-bagus terus kapan yang jelek diperbaiki?
*perasaan saya, saya nggak emosional kok kalau jawab komentar
[Widi]
Hoh?
Finan? Sip…
*timpuk Widi coz OOT*
[hendy]
Ehm… ehm..?
Comment by ardianto — July 15, 2008 @ 7:30 pm
Anda ini ga nasionalis amat ya?
vs
Pendapat Anda ini ga nasionalis amat ya?
Kayaknya ga beda2 amat ya?
Kalo misalnya Anda adalah seorang mantan jenderal pembantai suatu etnis lalu Anda dikatakan kejam, apakah akan banyak yang menolak?
Kalo di suatu forum seorang olahragawan/ilmuwan dikritik karena dia tidak nasionalis, apakah itu salah? Saya rasa ini sudah lazim terjadi.
Ah sudahlah. Sori kalo ngerasa diserang. Saya nggak suka aja ketemu orang yang ga nasionalis.
Comment by master cherundolo — July 15, 2008 @ 8:11 pm
Batuk Flu? Minum OBH Combi Plus haiyaaa
(wah iklan gratis, mesti minta komisi nih)
Comment by Ryan — July 15, 2008 @ 8:12 pm
Hmm soal kritik. Kadang2 saya ngerasa kata “kritik” digunakan untuk memperhalus tindakan melecehkan, menjelek2an, menghina, merendahkan, mengejek, dll.
Sebenarnya beda kok mengkritik dan menjelekkan itu. Kalo sering2 baca di forum, koran, dll kerasa kok bedanya antara kritik dan menjelekkan. Lagian yang ngeritik negara ini kayaknya dah kebanyakan deh. Kenapa jarang yang memuji ya? Seorang anak tidak akan menjadi pribadi yang baik jika dia hanya dimarahi terus tanp pernah ada reward dari yang mendidiknya.
Comment by master cherundolo — July 15, 2008 @ 8:16 pm
[master cherundolo]
Kan saya sudah bilang, itu dua benda yang berbeda
Soal nasionalis atau tidak, tergantung yang memandang sih…
Masalahnya sekarang semisal seperti ini:
Tanggapan si A: “nggak nasionalis amat sih, apa orang Indonesia udah nggak bisa ngasih pendidikan apa?
Tanggapan si B: “emang kenapa? toh di sana dia bisa dapat pendidikan yang lebih baik dan kelak bisa membangun negeri ini.”
Yah, kalau saya tidak dianggap nasionalis, terserah saja, itu hak Anda kok
*Jendral pembantai suatu etnis?*
Katanya percaya konspirasi, katanya juga pembantaian yang dilakukan si Jendral ini juga rekayasa konspirator…
[Ryan]
Dibayar berapa sama tu Obat Batuk? Minta komisinya dong…
[master cherundolo]
Masalahnya, siapa yang diibaratkan ’si anak’ itu? Kita sendiri kan? Katanya kitalah yang bakal pegang estafet bangsa ini? masak kita mau memuji diri kita terus tanpa bercermin di mana kelemahan kita?
Hasilnya cuma pribadi yang sombong dan arogan dong…
Comment by ardianto — July 15, 2008 @ 9:00 pm
Anda ini Islam dan (maaf) dari Jawa kan?
Kok gitu amat sih?
Comment by master.cherundolo — July 16, 2008 @ 8:53 am
[master cherundolo]
Aha,
Cara tipikal memenangkan diskusi…
Harusnya Anda tambahi seperti ini:
“Kok sikapnya tidak menunjukkan orang Islam dan Jawa sih?”
Ketika pendapat nggak bisa diserang, orangnya yang diserang…
Jenius, Nak… (u_u)
Comment by ardianto — July 17, 2008 @ 8:49 am
Kamu tersinggung pas dibilang orang itu.
Tapi ga tersinggung pas Indonesia dihina. Malah ikut menghina.
Saya nggak menyerang, cuma mengkritik Anda aja.
Apakah ketika kita menolak hadits yang diriwayatkan oleh orang yang tidak terpercaya (ex: kerap berdusta, ingatannya lemah), maka kita menyerang orang tersebut?
Comment by master cherundolo — July 17, 2008 @ 10:39 am
[master cherundolo]
Hehe…
Agaknya semakin panjang, sodara-sodara…
Oke, jawab saya yang ini:
Di bagian SARA itu? Apa kita mau mangkir dari fakta bahwa hal itu benar-benar terjadi?
Saya nggak peduli siapa dalangnya atau apalah. Satu saja: itu terjadi atau tidak di Indonesia?
Atau di bagian orang Indonesia yang gemar pakai bajakan? Jadi survey Bussiness Software Alliance itu bukan fakta ya?
Atau Anda menganggap pemaparan fakta adalah penghinaan?
****
Tentang Hadits, bahkan yang perawinya terpercaya pun isinya ada yang aneh-aneh. Dari Bukhari:
Asyik bukan? mau berapa? 19 istri?
Hei, hei, yang benar saja?
Ehm, kuat gak ya kalo saya?
Banyak lagi sih yang aneh-aneh. Apa Anda mau menyerang Imam Bukhari juga?
Comment by ardianto — July 17, 2008 @ 12:05 pm
kayaknya diskusi di sini makin oot
Comment by master cherundolo — July 17, 2008 @ 2:22 pm
Indonesia? Bah! sedikit saja menyinggung SARA, pasti ada yang beraksi, FPI dan AKKBB gebuk-gebukan, kerusuhan berbau suku di Sampit, kerusuhan berbau agama di Maluku atau antek-antek Noordin M. Top yang ngebom di mana-mana.
Kalo emang cinta Indonesia, yakin deh kalo ga bakal kayak gini nulisnya.
Fakta: banyak teroris yang beragama Islam, apakah artinya Islam agama teroris?
Comment by master cherundolo — July 17, 2008 @ 2:25 pm
[master cherundolo]
Di bagian mana saya menggeneralisir seperti itu? ada saya menyebut Agama Islam teroris?
Atau Anda menemukan tulisan tersembunyi?
Generalisasi yang nggak adil menurut saya. Kalau oknum beragama Islam melakukan tindakan terorisme lalu dibilang Islam agama teroris ngamuk-ngamuk. Sementara kalau oknum Barat melakukan kedhaliman terhadap Islam lalu dibilang seluruh Barat ingin menghancurkan Islam, pasti akan jadi berita besar yang sukses…
Heran saya liat… /*(O_o)
Comment by ardianto — July 17, 2008 @ 2:42 pm
Kayaknya Anda udah terpengaruh Ali Sina, FF, ato temen2nya ya? (Jangan dianggap ad hominem lagi, saya ga menyerang cuma menilai). Kok tanggapan2 komennya mau ke arah-arah memojokkan Islam terus? Yah, semoga saja bukan demikian
OK, back to topic. Saya sebenernya pengen sekali mencoba OS Ubuntu ini. Cuma takut, dapet masalah ntar. Mulai masalah donlot ato pengiriman, masalah instal, etc. Terus, kalo mo ikut bagian pengembangannya gimana ya?
Comment by master cherundolo — July 17, 2008 @ 5:33 pm
woho, ga teliti sekali diriku. Ternyata Ubuntu ada di server universitasku sendiri! Ups, ketauan deh di mana aku. Ga usah disebar2in ya?
Comment by master cherundolo — July 17, 2008 @ 5:35 pm
mas iwan kalau buat tulisan hendaknya dipikirkan yang panjang, pikirkan apa akibatnya, resikonya dsb. Sebab kadang orang memandang hanya dari satu sisi saja tanpa memandang sisi lainnya, juga kadang orang hanya mengambil sepenggal-sepenggal saja sehingga penilaiannya biasanya mengarah ke hal-hal yang negatif. saya tahu maksud mas iwan, ibaratnya orang kalau mau memperbaiki sepeda harus tahu kerusakannya, demikian juga orang kalau mau memperbaiki suatu bangsa harus tahu kelemahan dan kejelekannya sehingga diharapkan bisa diatasi dengan berbagai solusi. belajar terus yg rajin.
Comment by Bapak — July 17, 2008 @ 7:36 pm
[master cherundolo]
Itu penilaian Anda loh. Anda meminta pendapat saya tentang itu, dan saya merasakan banyak ketidakadilan, malah dibilang memojokkan, Ah, sudahlah…
Pokoknya Anda yang paling benar bukan?
Coba aja, di google banyak kok komunitas ubuntu. Pengiriman butuh waktu 3-6 minggu dari Belanda. Pengembangan di Universitas-universitas banyak…
Sebarin ah…
[Bapak]
Tentu saja udah dipikirkan resikonya. Takut amat sama debat sih. Justru kalau orang lihat sepenggal, harusnya dibenarkan dengan dibuat membaca dan memahami semuanya. Banyak berdebat juga bisa bikin pikiran lebih terbuka dan dewasa kok…
Tenang saja
Comment by ardianto — July 18, 2008 @ 3:40 am
eh, jangan gitu dong, ntar aku dicari2 orang lagi, aku kan agen BIN yang ditugaskan memantau blogger dan hacker™ Indonesia, ups…
Comment by master cherundolo — July 18, 2008 @ 10:54 am
[master cherundolo]
Tenang saja, Jendral Oi Uyo tampaknya tak terlalu cerdas mencari orang…
Comment by ardianto — July 18, 2008 @ 12:48 pm
BTW, gw pengen tw tanggapan dia masalah Indonesia menang Imagine Cup kemaren via tim Indonesia dan tim non-Indonesia
Oh ya, situ dari institut pemenang Imagine Cup kan?
Comment by master cherundolo — July 18, 2008 @ 1:10 pm
Dia kan “pakar por*omatika”, yang diturunkan dari telematika dan informatika. Mestinya kan komentar masalah gituan.
Comment by master cherundolo — July 18, 2008 @ 1:11 pm
[master cherundolo]
Lha, kok tanya saya…
Bukannya kata Jendral Oi Uyo, “Blogger itu Penipu!™”
Jadi kalau saya jawab nanti dibilang salah kutip lagi…
Saya dari institut pemenang Imagine Cup? Mestinya kamu udah tahu jawabannya dong, kecuali kalau percaya “Blogger itu Penipu!™”
Comment by ardianto — July 18, 2008 @ 2:36 pm
Itu kan cuma tren sesaat TM
Comment by master cherundolo — July 18, 2008 @ 4:11 pm
[master cherundolo]
Comment by ardianto — July 18, 2008 @ 4:26 pm
dah ada codecnya belum ?
saya dapet ubuntu, edubuntu dan kubuntu sktr 15 cd
tapi saya suka turunannya OpenGEu cool men
salam aja dari malang
Comment by hmcahyo — July 26, 2008 @ 5:27 pm
[hmcahyo]
Ndak tahu je…
Saya bahkan belum sempat nginstall ni Ubuntu…
Sibuk soale…
Salam Balik dari Ngundab…
Comment by ardianto — July 26, 2008 @ 8:23 pm