August 15, 2008 – 8:58 pm
Setiap kali aku melihatnya,
Degup jantungku serasa berhenti,
Setiap kali ia menyapa,
Dua bibirku serasa terkunci,
Senyum manisnya,
Tak terlupa, terus terngiang,
Langkah anggunnya,
Tersimpan, terus membayang,
Layaknya sekuntum bunga,
Indah di antara medan duri,
Tak mengerti mengapa,
Sungguh aku tak mengerti,
Tak tahu ke mana bertanya,
Pada siapa ada jawaban,
Debu, angin, dan bunga-bunga,
Semua diam, bungkam, tak bicara,
Adakah di sana manusia bijak,
Di mana jawab’ kan aku dapat,
Diakah tempat aku berpijak,
Tempatku bersandar kelak.
Dibuat tanggal 15 Agustus 2008
Ps: Just my imagination, jangan berfikir yang macam-macam dahulu. 
Posted in Curhat, Personal, Diary cooking plates |
11 Gossips »