Cara Menjadi Komentator yang Baik

August 7, 2008 – 10:30 pm

 

Ide untuk menulis tentang netiket akhirnya tertumpah di sini. Saya menyempatkan diri untuk melongok kembali artikel-artikel yang kontroversial di blog ini, yaitu berkaitan dengan agama baru dan sesuatu yang biasa dicari bocorannya. Ternyata para komentator sudah bisa menunjukkan cara-cara yang sangat amat baik dan elegan dalam komentarnya. Arrgh No! Mungkin orang Indonesia tidak perlu dididik lagi untuk berbicara dengan sangat sopan di blog orang lain.

Mungkin hal yang patut dipuji dari oknum komentator-komentator artikel di atas adalah, mereka hafal nama-nama semua spesies penghuni tempat wisata sebelah kampus Institut Teknologi Bandung. Dari mulai jerapah, gajah, cicak, jangkrik, sampai semut. Herannya, yang paling ramai disebut adalah hewan berkaki empat yang suka menjulurkan lidah dan rawan terkena rabies paling sering disebut. Terlalu fanatik, saya rasa.

Mereka ini juga ahli biologi. Sering sekali mereka menyebut benda yang sering dikeluarkan oleh kloaka unggas atau anus mamalia. Setahu saya sih namanya feces, tapi mereka lebih sudi menyebut sinonimnya. Selain itu mereka juga sering menyebut-nyebut sesuatu yang berada di balik celana berikut aktivitasnya. Saya yakin dengan seringnya mereka menyebut istilah itu, pasti mereka ahli di bidang itu. Sebenarnya saya tidak begitu suka mengakuinya tapi ternyata orang Indonesia ahli biologi dalam bidang ekskresi, defekasi, dan reproduksi. (More Gossips…!)


Aksara Jawa

July 30, 2008 – 10:25 am

Bermula dari iseng-iseng baca tulisan Javanese Script di Wikipedia berbahasa linggis Inggris. Saya tertarik dengan pranala luarnya. Tertulis di sana, Hanacaraka Font & Resources (in Indonesian). Langsung saja saya pergi ke alamat di tulisan yang bisa diklik itu. Setelah lihat-lihat, saya mengunduh font hanacaraka yang katanya freeware itu, tapi syarat dan ketentuannya macem-macem layaknya operator seluler yang baru promosi tarif. Ya sudahlah, berhubung saya baik hati saya turuti syarat dan ketentuannya.

Setelah download, upacara masuk panel kendali dan menginstalasi font pun dilaksanakan. Beres setelah beberapa detik. Langsung menuju ke pengolah dokumen milik kapitalis bernama Mi Kocok Kata. Di perangkat lunak ini, saya mencoba menuliskan nama saya. Huruf ‘A’, lancar. Berikutnya huruf ‘r’ mati, berarti harus nyari sandangan[1] bermerek layar[2]. Sial, gimana caranya? Dicoba mengetik r. Tiba-tiba di layar kecoa[3] muncul huruf ra. Lha terus gimana nulis layar? Oke, skip dulu. Mau nulis ‘di’ berarti harus nulis dengan huruf ‘da’ dengan wulu[4] di atasnya. Saya memencet huruf d di papan kunci saya. Muncullah huruf ‘dha’ di monitor kecoa. Loh? saya pengen ngetik ‘dha’ tapi ‘da’![5]. Gimana caranya? Lalu bagaimana memberi wulu-nya?

Bingung, saya kembali ke web tukang nyediain hurufnya. Ternyata ada tutorialnya! Kemudian jampi-jampi mengunduh sang tutorial untuk mempersakti kekuatan mengetik aksara jawa ini dilaksanakan. Setelah beberapa saat, sang rubah api[6] melaksanakan tugas dengan baik. Tutorial berformat pdf yang dibuntel dengan karung kompresi bernama zip itu pindah ke komputer saya. Dengan kitab ini, saya akan mencoba mengetik lagi. Akhirnya saya berhasil mengetik nama saya. (More Gossips…!)


Sirkulator Pompa Air Tenaga Gravitasi

June 26, 2008 – 1:41 pm

Peringatan: Tidak boleh fast reading baca artikel ini, semua harus dibaca. Termasuk artikel yang menjadi inspirasi post ini. Karena si situs penyedia artikel sering down, salinan artikelnya bisa dibaca di sini. Pahami, renungkan baik-baik.

Pas lagi guling-guling googling mengenai peralatan hemat energi, saya menemukan sebuah artikel tentang sirkulator pompa air tenaga gravitasi. Artikel tersebut ada di situs Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Barat (LPMP Jabar). Kalau ingin langsung membaca artikelnya, silakan klik di sini. Penjelasan yang ada di ditu cukup meyakinkan, disertai sumber, serta disertai tutorial untuk membuatnya.

 

Melihat gambar seperti di atas yang saya rampok dari link yang tadi, jelas saja orang-orang bakal tertarik membuat tiruannya. Sederhana sekali dan mudah dibuat bukan? Mungkin saja pembuat artikel ini, Pak Ading Mulyadi sudah disuap oleh konspirasi perusahaan minyak semacam Pertamina, Exxon, dan Shell untuk membungkam mulutnya sehingga beliau tidak membuat pompa ini dengan skala besar untuk membantu para penduduk desa yang miskin mengangkat pompa ke atas untuk mengairi sawah?

Jelas ini adalah konspirasi, artikel beliau bisa merugikan perusahaan-perusahaan itu milyaran dolar amerika. Bayangkan, berapa solar yang bisa dihemat untuk mengalirkan air ke atas bila alat ini dikembangkan? Beliau mungkin akan bernasib sama dengan Pak Djoko yang menemukan Blue Energy itu, beliau telah dibungkam oleh perusahaan-perusahaan itu agar tak bisa mengungkapkan penemuannya dan memalukan presiden RI. (More Gossips…!)


Blogroll

June 17, 2008 – 6:31 pm

Berhubung sitebar blog saya sudah sesak oleh banyak link dan penghasil uang dari Internet, setelah saya melihat, lalu saya menimbang, dan kemudian saya memutuskan. Saya putuskan untuk memindahkan link-link para sahabat dari sidebar ke tempat yang lebih terhormat. Tempat itu adalah post ini. Nanti post ini akan saya taruh link-nya di sitebar sehingga cukup satu link saja yang ada di sitebar. Tidak perlu berpuluh link di sitebar lagi.

Oh ya, bagi Anda yang ingin bertukar link dengan saya, cukup komentar saja di sini. Secepatnya, Insya Allah akan saya apdet. Terserah siapa pun Anda. Mau presiden boleh, petani internet yang nyari backlink juga boleh, mau promosi blog juga boleh. Saya persilakan Anda buat naruh link di sini. Anda mau nge-link ke saya juga boleh tapi tidak juga tak masalah.

Dreng, dreng, dreng. Inilah link para sahabat. (More Gossips…!)


  • About me

    Just a little human thats try to live at largest city of West Java. Check my profile for details.

  • Hot Cakes

  • Freezer

  • Cooking plates

  • Kitchen

  • Vetsin

  • Ardianto Rank