<
Aksara Jawa
July 30, 2008

Bermula dari iseng-iseng baca tulisan Javanese Script di Wikipedia berbahasa linggis Inggris. Saya tertarik dengan pranala luarnya. Tertulis di sana, Hanacaraka Font & Resources (in Indonesian). Langsung saja saya pergi ke alamat di tulisan yang bisa diklik itu. Setelah lihat-lihat, saya mengunduh font hanacaraka yang katanya freeware itu, tapi syarat dan ketentuannya macem-macem layaknya operator seluler yang baru promosi tarif. Ya sudahlah, berhubung saya baik hati saya turuti syarat dan ketentuannya.

Setelah download, upacara masuk panel kendali dan menginstalasi font pun dilaksanakan. Beres setelah beberapa detik. Langsung menuju ke pengolah dokumen milik kapitalis bernama Mi Kocok Kata. Di perangkat lunak ini, saya mencoba menuliskan nama saya. Huruf ‘A’, lancar. Berikutnya huruf ‘r’ mati, berarti harus nyari sandangan[1] bermerek layar[2]. Sial, gimana caranya? Dicoba mengetik r. Tiba-tiba di layar kecoa[3] muncul huruf ra. Lha terus gimana nulis layar? Oke, skip dulu. Mau nulis ‘di’ berarti harus nulis dengan huruf ‘da’ dengan wulu[4] di atasnya. Saya memencet huruf d di papan kunci saya. Muncullah huruf ‘dha’ di monitor kecoa. Loh? saya pengen ngetik ‘dha’ tapi ‘da’![5]. Gimana caranya? Lalu bagaimana memberi wulu-nya?

Bingung, saya kembali ke web tukang nyediain hurufnya. Ternyata ada tutorialnya! Kemudian jampi-jampi mengunduh sang tutorial untuk mempersakti kekuatan mengetik aksara jawa ini dilaksanakan. Setelah beberapa saat, sang rubah api[6] melaksanakan tugas dengan baik. Tutorial berformat pdf yang dibuntel dengan karung kompresi bernama zip itu pindah ke komputer saya. Dengan kitab ini, saya akan mencoba mengetik lagi. Akhirnya saya berhasil mengetik nama saya. (more…)



«« Previous posts    Next posts »»