Ubuntu, Indonesia, dan Patriotisme
Kiriman dari Belanda itu akhirnya datang juga. Di malam minggu pertama saya di Bandung setelah hibernasi liburan tiga minggu di Kudus, Ibu Ana menyerahkan kiriman yang dibungkus plastik bertuliskan "Pos Udara" itu kepada saya. Konon, menurut ibu kos saya yang baik ini, kiriman datang ketika saya berlibur. Namun, saya harus mengganti uang tujuh ribu rupiah untuk Bea ganti bungkus, bea lalu bea, dan satunya lagi bea apa, saya lupa. Yang jelas totalnya tujuh ribu rupiah. Pak Pos yang mengirim tentu sudah menerimanya dari Ibu Ana, maka saya mengganti uang Ibu Ana itu. Toh, jarang-jarang saya dapet kiriman dari luar negeri.
Paket itu berisi satu buah CD Ubuntu 8.04 Hardy Heron Desktop Edition, dan 4 buah stiker bertuliskan "ubuntu linux for human beings". Entah kenapa sampai sekarang saya masih belum bisa menginstallnya ke laptop Axioo ‘’kecoa" saya. Setiap kali boot ke LiveCD, selalu berakhir dengan layar menjadi gelap. Ah, sudahlah nanti saya cari solusinya. Pengguna Ubuntu kan banyak komunitasnya.
Lalu apa hubungannya dengan patriotisme dan Indonesia? …Baca Selengkapnya





