Ardianto’s Junkyard

July 13, 2008

Ubuntu, Indonesia, dan Patriotisme

Kiriman dari Belanda itu akhirnya datang juga. Di malam minggu pertama saya di Bandung setelah hibernasi liburan tiga minggu di Kudus, Ibu Ana menyerahkan kiriman yang dibungkus plastik bertuliskan "Pos Udara" itu kepada saya. Konon, menurut ibu kos saya yang baik ini, kiriman datang ketika saya berlibur. Namun, saya harus mengganti uang tujuh ribu rupiah untuk Bea ganti bungkus, bea lalu bea, dan satunya lagi bea apa, saya lupa. Yang jelas totalnya tujuh ribu rupiah. Pak Pos yang mengirim tentu sudah menerimanya dari Ibu Ana, maka saya mengganti uang Ibu Ana itu. Toh, jarang-jarang saya dapet kiriman dari luar negeri.

 

Paket itu berisi satu buah CD Ubuntu 8.04 Hardy Heron Desktop Edition, dan 4 buah stiker bertuliskan "ubuntu linux for human beings". Entah kenapa sampai sekarang saya masih belum bisa menginstallnya ke laptop Axioo ‘’kecoa" saya. Setiap kali boot ke LiveCD, selalu berakhir dengan layar menjadi gelap. Ah, sudahlah nanti saya cari solusinya. Pengguna Ubuntu kan banyak komunitasnya. ;)

Lalu apa hubungannya dengan patriotisme dan Indonesia? …Baca Selengkapnya

June 24, 2008

Galian Jalan

Di Indonesia, galian jalan adalah suatu hal yang umum. Hampir di setiap kota kita bisa lihat proyek penggalian dan hampir setiap saat pula. Tak peduli musim hujan, musim kemarau, musim duren, atau musim mangga selalu saja ada. Entah kenapa. Beberapa waktu yang lalu saya juga masih lihat galian kabel serat optik di Jalan Sunan Muria di Kudus. Padahal jalan itu cukup sempit dan sangat ramai mengingat jalan tersebut adalah jalur untuk ziarah ke tempat Sunan Muria.

Gambar dirampok dari sini

Kok selalu seperti itu hampir sepanjang waktu dan setiap tahun ya? Padahal kalau saya pikir biayanya besar juga loh, coba bayangkan misalnya bulan Januari ada galian kabel Telkom, lalu jalan yang telah digali diperbaiki lagi. Bulan berikutnya ada galian lagi untuk menanam kabel serat optik milik Indosat, lalu jalan diperbaiki lagi. Maretnya ada galian pipa air perusahaan air minum, kemudian didatangkan aspal lagi untuk menutup galian. Aprilnya ada galian lagi untuk menanam pipa gas industri. trus lagi-lagi biaya memperbaiki jalan. Begitu terus sepanjang tahun. …Baca Selengkapnya

June 8, 2008

Naik Kereta Api Lokal Cianjuran

Kemarin, hari Sabtu, saya mencoba naik kereta jarak dekat dari Stasiun Ciroyom. Kereta yang bertujuan akhir di Cianjur ini, memang tidak berangkat dari Stasiun besar macam Stasiun Bandung atau Stasiun Kiara Condong, tapi berangkatnya dari Stasiun Ciroyom. Jam setengah tujuh pagi, berangkatlah saya ke sana. Lalu saya menuju petugas loket untuk membeli tiket. Ternyata belum boleh. Stasiun Ciroyom ini menerapkan sistem yang unik untuk pembelian tiket. Tiket yang boleh dibeli hanyalah tiket kereta yang akan berangkat sebentar lagi. Jadi bila yang akan berangkat KRD Cibatu - Purwakarta, Anda cuma boleh beli tiket KRD Cibatu - Purwakarta. Kalau yang akan berangkat KRD Cicalengka - Padalarang maka Anda pun cuma diperbolehkan membeli tiket kereta tersebut.

 

Stasiun Ciroyom di pagi hari
…Baca Selengkapnya

May 29, 2008

Ingin harga BBM turun?

Sederhana saja, saya terinspirasi oleh cara berfikir para pelajar di perguruan tinggi sebuah negara yang harga BBM-nya baru saja naik. Dan barangkali ada negara lain yang mengerti bahasa Indonesia, barangkali cara ini bisa diterapkan kalau BBM naik di negara Anda :) . Caranya sederhana, bahkan bisa diterapkan kapan pun di mana pun

  1. Seperti biasa, bakar ban adalah solusi utama. Lebih keren lagi kalau ditambahi aksi lempar-lemparan batu. Masyarakat sekitar merasa risih dan ketakutan? Ah, anggap saja mereka tidak berpihak pada rakyat. Mereka pasti akan diam kalau sudah bawa-bawa nama rakyat. Lebih hebat lagi kalau jalanan sampai macet total. [1] …Baca Selengkapnya

May 23, 2008

Ujian, Contekan, dan Kebusukan

Kemarin, sewaktu saya bersama Andi Hendra Paluseri dan Zulfikar untuk menyelesaikan tugas Tata Tulis Karya Ilmiah yang deadline-nya hari ini (yah, ketahuan saya pemburu deadline :mrgreen: ). Ketika menjilid tugas itu di fotokopian belakang kampus ITB, saya melihat kertas 5 cm x 6 cm di meja tempat fotokopian itu. Isinya adalah buku teks yang difotokopi diperkecil. Ini dia gambarnya

Contekan 1 

Contekan di atas printer …Baca Selengkapnya

«« Previous Page  

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham